You are currently viewing Rudy Mas’ud: Koalisi Indonesia Bersatu Penuhi Ambang Batas, Golkar Kaltim Solid Dukung Pencapresan Airlangga Hartarto

Rudy Mas’ud: Koalisi Indonesia Bersatu Penuhi Ambang Batas, Golkar Kaltim Solid Dukung Pencapresan Airlangga Hartarto

Partai Golkar Kalimantan Timur semakin solid untuk mendukung Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk maju sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2024 mendatang. Terlebih setelah terbangunnya Koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri dari Partai Golkar, PAN dan PPP.
Hal ini diungkapkan Ketua DPD Partai Golkar Kaltim H. Rudy Mas’ud usai memimpin acara Rapat Konsolidasi pengurus provinsi dengan 10 kabupaten/kota di Hotel Aston Samarinda, Minggu (15/5/2022). Rapat konsolidasi ini dihadiri seluruh pengurus DPD Partai Golkar Kaltim dan Ketua Dewan Pertimbangan Hatta Zainal.

“Dalam rapat konsolidasi ini membicarakan strategi pemenangan Pemilu 2024 yang diantaranya menyangkut pencalonan legislator disemua level, pembahasan penting lainnya menyangkut rencana penyelenggaraan Rakorda MPO, Rapimda dan Rakornas pemenangan Pemilu Partai Golkar se-Kalimantan yang akan berlangsung 27 sampai 29 Mei 2022 mendatang di Kota Balikpapan. Sebagai tuan rumah, DPD Partai Golkar Kaltim akan mempersiapkan yang terbaik apalagi acara ini rencananya akan dibuka oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto,” papar Rudy Mas’ud.

Terkait dengan telah terbangunnya Koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri dari Partai Golkar, PAN dan PPP, Rudi menyebut koalisi ini sangat potensial dalam mengusung lebih awal bahkan untuk mendeklarasikan Pencapresan Airlangga Hartarto pada Pemilu 2024 mendatang.
“Partai Golkar Kaltim solid mendukung Pencapresan Airlangga Hartarto terlebih telah terbangunnya Koalisi Indonesia Bersatu ini,” jelas Ketua DPD Partai Golkar Kaltim ini.
Secara matematis, Koalisi Indonesia Bersatu memang telah memenuhi persyaratan ambang batas untuk mengajukan calon presiden atau Presidential Threshold seperti disyaratkan dalam pasal 222 Undang-Undang Pemilu.
Pasal 222 UU Pemilu berbunyi, “Pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25% (dua puluh lima persen) dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya”.
Secara perolehan suara sah nasional pada Pemilu 2019, Golkar memperoleh 12,31 persen, PAN 6,84 persen dan PPP 4,52 persen. Total, perolehan suara sah nasional koalisi mencapai 23,67 persen. Perolehan suara sah nasional tersebut memang belum memenuhi persyaratan 25 persen seperti termaktub dalam UU Pemilu, akan tetapi mereka memenuhi persyaratan 20 persen kursi anggota DPR RI.
Jumlah anggota DPR RI Periode 2019-2024 mencapai 575 orang. Artinya, untuk ikut dalam Pilpres 2024, sebuah koalisi harus memiliki 115 kursi. Golkar saat ini mengantongi 85 kursi di DPR RI, sementara PAN 44 kursi dan PPP 19 kursi. Dengan begitu, total kursi yang dimiliki Koalisi Indonesia Bersatu menccapai 148 atau melebihi ambang batas 115.
Mengenai koalisi tiga partai ini Rudy menyebut belum menentukan siapa Capres dan siapa Cawapresnya, namun jika melihat indikator perolehan suara pada Pemilu 2019 lalu Golkar sebagai pemenang kedua atau diatas dari suara PAN dan PPP, maka sudah tentu Capresnya adalah Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

“Koalisi partai politik ini wajib dilakukan untuk memenuhi persyaratan ambang batas untuk mengajukan calon presiden atau Presidential Threshold seperti disyaratkan dalam pasal 222 Undang-Undang Pemilu, Partai Golkar siap berkoalisi dengan partai manapun yang ada di parlemen,” pungkas Rudy Mas’ud. *

Leave a Reply