Pahlevi Pangerang: Tidak Ada Pertarungan Musda Golkar Kaltim, Kedepankan Rekonsiliasi dan Regenerasi

Repost: 24 Februari 2020

  Wasekjen DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Kalimantan, M Arief Pahlevi Pangerang

SAMARINDA, Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kaltim akan digelar Senin depan (2/3). Tiga nama berpeluang memimpin partai berlambang pohon beringin ini: Gubernur Kaltim Isran Noor; Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK dan Anggota DPR RI Rudi Mas’ud.

Jika Makmur dan Rudi sudah mengkonfirmasi keseriusannya berkompetisi di ajang musda ini, lain halnya dengan Isran Noor. Hingga kini, Isran belum memberikan pernyataan resmi jadi tidaknya orang nomor satu di Kaltim tersebut ikut merebut pucuk pimpinan Partai Golkar di Bumi Etam.

Wasekjen DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Kalimantan, M Arief Pahlevi Pangerang mengatakan bahwa DPP menginstruksikan sebelum 5 Maret, seluruh provinsi se-Indonesia sudah harus melaksanakan musda. Dalam pelaksanaannya nanti, Pahlevi berharap musda yang digelar berakhir aklamasi dalam menentukan satu nama ketua partai di tingkat provinsi.

” Alasannya, Partai Golkar sudah banyak menghabiskan energi untuk hal-hal di luar substansi. Karena itu, dengan terpilihnya ketua melalui aklamasi, tentu akan memperkecil peluang partai ini kembali terpecah. Karena itu, semangat yang diusung Golkar kali ini adalah regenerasi dan rekonsiliasi. ” Ungkap Pahlevi

Partai Golkar sudah banyak menghabiskan energi untuk hal-hal di luar substansi. Karena itu, dengan terpilihnya ketua melalui aklamasi, tentu akan memperkecil peluang partai ini kembali terpecah. Karena itu, semangat yang diusung Golkar kali ini adalah regenerasi dan rekonsiliasi.

Karena itu, dengan terpilihnya ketua melalui aklamasi, tentu akan memperkecil peluang partai ini kembali terpecah. Karena itu, semangat yang diusung Golkar kali ini adalah regenerasi dan rekonsiliasi. Jika melihat dari bahasa tersebut, nama Rudi Mas’ud tentu yang paling mengerucut. Hal ini pun tidak dibantah oleh Pahlevi. Kata dia, Rudi Mas’ud bisa mewakili rekonsiliasi dan regenerasi yang dimaksud. Meski begitu, dia tak memungkiri jika dinamisasi yang terjadi selama Musda nanti tetap tinggi. Dia juga tak mempermasalahkan adanya persyaratan persyaratan kandidat yang sudah diusung tim Stering Comitte (SC) atau panitia pengarah. Bagi DPP, lanjut Pahlevi, peran Kaltim sebagai lumbung suara Partai Golkar begitu penting. Apalagi, Kaltim akan menjadi ibu kota negara (IKN). “Golkar di Kaltim sangat seksi. Makanya kami harus kawal,” terangnya.

” Target Golkar untuk bisa mengusung sendiri calon presiden dan wakil presiden pada pemilu 2024 mendatang harus dipersiapkan dari sekarang. Syaratnya, kader dan pengurus harus solid. “Sehingga sangat penting berakhir aklamasi. Agar semangat rekonsiliasi dan kembali merangkul semua potensi kader bisa dilaksanakan demi ambisi politik 2024 mendatang,” tandasnya. 

Menurutnya, musda Golkar Kaltim memang harus mengusung semangat rekonsiliasi. Agar tujuan dan ambisi partai bisa mudah diraih. Menurutnya, hanya dengan rekonsiliasi, Golkar Kaltim bisa merangkul semua aspek. Mulai dari kalangan anak muda, parah sepuh hingga kelompok-kelompok lainnya yang selama ini menjadi kekuatan Golkar di Kaltim.

“Kami tidak ingin perpecahan. Karena itu semangat kekeluargaan dengan mempersatukan semua unsure kader di Kaltim sangat penting diusung pada musda kali ini,” pesan pengurus pusat Partai Golkar tersebut

Musda Golkar Kaltim lima tahun lalu menjadi pengalaman betapa buruknya musyawarah yang tidak berakhir mufakat. Akibatnya, Golkar Kaltim pun kehilangan kader potensial imbas dari perseteruan tersebut. Seperti diketahui pada 2016 lalu Rita Widyasari dan Said Amin berebut untuk mendapatkan kursi “Golkar Kaltim 1”. Kemenangan Rita harus dibayar keluarnya Said Amin dari partai peraih suara terbanyak kedua pada pemilu 2014 dan 2019 tersebut. (Kontributor)***

Leave a Reply